Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Menonaktifkan USB Drive



USB DriveSaat sekarang, hampir setiap orang yang pekerjaannya berkaitan dengan penggunaan komputer sudah memiliki USB Drive. Menggunakannya pun tidak sulit, tinggal colok ke port USB, perangkat akan dikenali sebagai drive baru. Dalam lingkungan kerja, bisa saja kejadian seperti seorang teman yang dengan telatennya menyalin apa-apa yang dianggap menarik dari komputer yang biasa kita gunakan ke USB Drive-nya, saat mengetahui kita sedang keluar sejenak untuk minum kopi di kantin. Atau sebaliknya, dia menyalin “program kejutan” dari USB Drive-nya ke komputer kita. Jika kita pengguna Windows XP yang biasa meninggalkan komputer dalam keadaan login dan ingin membatasi pendeteksian otomatis terhadap USB drive, dapat menggunakan cara berikut.

Karena cara ini dilakukan dengan mengedit registry, untuk berjaga-jaga sebaiknya melakukan backup dulu.

Buka regedit (Start - Run - regedit). Telusuri key ini

HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\UsbStor

Pada key “Start” ubahlah nilainya menjadi 4 untuk menonaktifkan. Untuk mengaktifkan kembali, ubah nilainya menjadi 3.

[+/-] Selengkapnya...

MENGUNCI AKSES SITUS TERTENTU


Seperti halnya dunia nyata, dan internet itu bisa diibaratkan sebuah rumah dengan beragam bentuk dan sifatnya. Dan saat ini belum ada satu sistem yang secara langsung bisa bersifat seperti seorang tua, yang mampu mengontrol akses internet ke alamat-alamat yang tidak diinginkan, sehingga pengguna seperti anak-anak tidak bisa mengakses kesitus dewasa. Dimulai pada generasi Internet Explorer 5.x, sebenarnya telah dimasukkan sebuah sistem Content Advisor, dimana browser tadi mampu menspesifikasi isi dan level pada alamat-alamat website.

Untuk menjalankan hal tersebut, jalankan internet Explorer, klik menu Tool, pilih Internet Option, klik Content tab yang ada didalam dialog box Internet Options, kemudian tekan Enable di dalam bagian Content Advisor.

Pengaturan Dasar

Pada tampilan Ratings tab ditampilkan sistem rating yang devault, RSACi ( nama untuk Recreational Software Advisoty Council ). RSACi disediakan untuk melakukan pengaturan atau memberikan batasan terhadap isi dan kategorinya. Jalan terbaik untuk mengetahui bagaimana kategorinya. Jalan terbaik untuk mengetahui bagaimana RSCAi ini bekerja, adalah dengan mengklik salah satu dari kategori rating: Languange, Nudity, Sex, atau Violence.

Klik beberapa kategori, dengan memanfaatkan slider Anda bisa menggunakannya untuk menentukan seberapa banyak item browser. Misalnya, slider languange yang didalamnya ada lima pilihan : Inoffensive Slang, Mild Expletives, Moderate Expletives, Obscene Gestures, Dan Explisit Or Crede Languange.Geserlah semua bar untuk memblok.Slide bar yang terdapat dikanan ini akan mengijinkan penggunaan bahasa pada level tertentu. Dengan melakukan pengaturan yang tepat, anda bisa memberikan beberapa instruksi dan batasan menurut yang anda inginkan.

Mengunci Setting

Setelah anda memastikan beberapa setting pada RSCAi, anda bisa mengunci setting tersebut agar tidak bisa diubah-ubah lagi setting yang telah anda tentukan tadi. Untuk memberikan password pada dialog box Content Advisor, pilih General tab, lalu klik tombol Change Password. Bila sebelumnya anda belum pernah memasukkan password di dalamnya, maka untuk box Old password bisa diabaikan (tidak diisi ), kemudian isilah passwords anda pada box New Password, dan ulangi password tersebut pada box Confirm new password, lalu klik ok.

Setelah semua selesai, anda bisa keluar dari semua dialog box yang ditampilkan. Dan sekarang Internet Explorer akan selalu memberikan batasan pada setiap user yang mengunakan browser pada komputer tersebut. Bila anda ingin sendiri melakukan browsing tapi tidak ingin diberikan batasan yang seperti dibuat di atas, anda bisa mendisable fungsi diatas dengan mengklik tombol Disable pada dialog box Content Advisor. Sebelum anda bisa mendisable content advisor,anda harus mengisikan passwordnya terlebih dahulu. Bila saja anda lupa dengan password tersebut, maka Anda tidak akan bisa mendisable content advisor tersebut, jadi hati-hati jangan sampai Anda melupakan password yang anda buat sendiri.

[+/-] Selengkapnya...

Siapa Yang Menjiplak Artikle Blogmu?

Nah, pas jalan-jalan gak sengaja ketemu situs bagus. Situs buat mengetahui siapa yang telah menjiplak artikel di blog kita. Caranya cukup mudah, gak perlu mendaftar, tinggal taruh alamat/URL blogmu trus pencet tombol "GO", tinggal tunggu bentar trus langsung keluar siapa yang ngambil ato yang copy paste artikel blogmu. Kalo untuk mengetahui siapa yang menjiplak artikel2 atau postingan2 tertentu maka yg kamu masukkan ke sana adalah link dari judul postinganmu, jadi nanti akan ketahuan siapa yang menjiplak postinganmu tersebut.

Tapi sayang untuk yang versi gratis kita hanya bisa mengetahui beberapa aja, jadi gak bisa mengetahui semua yang ngopy paste blog kita. Tapi lumayan kan buat mengintip dikit. he..he.. . OK bagi yang pengen tahu nih alamatnya http://www.copyscape.com, langsung datengin aja tuh kesana.

[+/-] Selengkapnya...

Persaingan Teknologi CDMA dan GSM


MASYARAKAT mulai merasakan manfaat kompetisi di sektor telekomunikasi dan persaingan teknologi serta persaingan bisnis antar-operator memberi alternatif pilihan yang menguntungkan. Dengan masuknya Telkomflexi yang berbasis teknologi CDMA (code division multiple access), maka sekarang masyarakat dapat menikmati layanan telepon seluler dengan tarif telepon tetap PSTN. Jadi telepon seluler bukan barang mewah lagi.

DALAM menangani persaingan ini, peranan dan konsistensi regulator benar diuji. Yaitu bagaimana kebijakan dan kebijaksanaan regulasi sektor telekomunikasi untuk mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan para pemain bisnis.

Permasalahan utama pemerintah selama ini adalah bagaimana mempercepat penambahan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Kepadatan telepon (teledensitas) sampai saat ini baru 3,7 persen, atau rata-rata tiga telepon di antara seratus penduduk. Tentunya angka ini akan lebih kecil lagi untuk di daerah-daerah pedesaan atau daerah terpencil yang bisa hanya mencapai 0,01 persen saja. Diperlukan terobosan-terobosan teknologi dan regulasi untuk mendongkrak angka teledensitas Indonesia yang sudah jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga kita.

Di Indonesia, liberalisasi bisnis seluler dimulai sejak tahun 1995, saat pemerintah mulai membuka kesempatan kepada swasta untuk berbisnis telepon seluler dengan cara kompetisi penuh. Bisa diperhatikan, bagaimana ketika teknologi GSM (global system for mobile) datang dan menggantikan teknologi seluler generasi pertama yang sudah masuk sebelumnya ke Indonesia seperti NMT (nordic mobile telephone) dan AMPS (advance mobile phone system)



Teknologi GSM lebih unggul, kapasitas jaringan lebih tinggi, karena efisiensi di spektrum frekuensi. Sekarang, dalam kurun waktu hampir satu dekade, teknologi GSM telah menguasai pasar dengan jumlah pelanggan lebih dari jumlah pelanggan telepon tetap. Tren ini akan berjalan terus karena di samping fitur-fiturnya lebih menarik, telepon seluler masih merupakan prestise, khususnya bagi masyarakat Indonesia.

Namun, sampai saat ini telepon seluler masih merupakan barang mewah, tidak semua lapisan masyarakat bisa menikmatinya. Tarifnya masih sangat tinggi dibandingkan dengan telepon tetap PSTN (public switched telephone network), baik untuk komunikasi lokal maupun SLJJ (sambungan langsung jarak jauh), ada yang mencapai Rp 4.500 per menit flat rate untuk komunikasi SLJJ.

Namun, berapa pun tarif yang ditawarkan operator seluler GSM, karena tidak ada pilihan lain, apa boleh buat, diambil juga. Terutama karena telepon PSTN tidak bisa diharapkan. Jadi, masuknya CDMA menjanjikan solusi teknologi yang ekonomis untuk memenuhi kewajiban pemerintah dalam mempercepat penambahan PSTN. Apalagi, CDMA datang dengan teknologi seluler 3G, yang menawarkan fitur-fitur yang lebih canggih dibandingkan dengan teknologi GSM. Keunggulan ini sekaligus dapat memenuhi kebutuhan gaya hidup masyarakat modern.



Mengapa CDMA bisa murah?

Suatu kali seorang mahasiswa di lift tiba-tiba mengajukan pertanyaan itu dan saya hanya berkometar, jangan-jangan GSM yang kemahalan. CDMA datang dengan harga 200 dollar AS per SST (satuan sambungan telepon), jauh lebih murah dibandingkan dengan teknologi akses lainnya selama ini di Indonesia sehingga PT Telkom berani memberikan tarif murah. Padahal, CDMA lebih canggih dan lebih unggul dibandingkan dengan GSM.

Kalau begitu, perlu dipertanyakan kembali bagaimana sebenarnya iklim bisnis seluler GSM selama ini termasuk pemain-pemain yang berperan dibalik semua itu. Mulai dari vendor, operator, dan regulator, siapakah yang paling diuntungkan, meski yang jelas bukan masyarakat sebagai konsumen.

Apalagi jika diperhatikan skema kerja sama antara vendor dengan para operator dalam pola pengadaan atau pembelian teknologi. Pedihnya lagi, adakah transfer teknologi yang berarti buat negara kita? Sudah hampir satu dekade, vendor- vendor teknologi jaringan GSM masuk dan berbisnis di Indonesia, kenyataannya kita hanya dijadikan pembeli dan pemakai teknologi semata.

Sekarang dengan masuknya teknologi CDMA dari kubu lain dengan pelaku bisnis baru apakah itu dari Amerika, Jepang, Korea, atau Cina, diharapkan iklim bisnisnya akan lebih terbuka. Perlu dicermati apakah ada itikad baik pemain baru itu untuk meningkatkan pemberdayaan sumber daya manusia kita.

Tentu pemerintah dan para operator harus mempunyai kekuatan negosiasi yang kuat, jangan sampai mereka datang dengan sederet permintaan dan syarat untuk memudahkan mereka berbisnis, sementara kita tidak tahu mau minta apa kepada negara mereka. Meskipun kita tak mempunyai keunggulan kompetitif dalam teknologi ini, tetapi potensi pasar yang menjanjikan, bisa dijadikan kekuatan tawar, misalnya untuk memperjuangkan transfer teknologi yang nyata. Hal lain yang perlu dicermati adalah jangan sampai terjadi ketergantungan pada satu atau dua vendor seperti pengalaman kita terdahulu dengan Siemens.

Dari aspek teknologi, baik GSM atau CDMA merupakan standar teknologi seluler digital, hanya bedanya GSM dikembangkan oleh negara-negara Eropa, sedangkan CDMA dari kubu Amerika dan Jepang. Tetapi perlu diperhatikan bahwa teknologi GSM dan CDMA berasal dari jalur yang berbeda sehingga perkembangan ke generasi 2,5G dan 3G berikutnya akan berbeda terus seperti bisa dilihat pada skema.

Oleh karena itu, kita harus hati-hati memilih teknologi. Ketika kita memilih CDMA, maka selanjutnya harus mengikuti jalur up-grade CDMA terus. Perlu diingat, up-grade jaringan dalam satu jalur teknologi akan lebih gampang dan lebih murah dibandingkan migrasi ke teknologi lain.

Kinerja jaringan merupakan kriteria berikutnya yang harus diperhatikan dalam pemilihan teknologi. Kinerja jaringan seluler sangat tergantung efisiensi pemakaian spektrum frekuensi dan sensivitas terhadap interferensi karena spektrum frekuensi merupakan sumber daya yang sangat terbatas.

Untuk meningkatkan efisiensi spektrum frekuensi, maka dilakukan teknik penggunaan kembali frekuensi re-used, mempergunakan kembali frekuensi yang sama pada sel lainnya pada jarak tertentu supaya tidak terjadi interferensi. Teknologi CDMA memiliki kapasitas jaringan yang lebih tinggi dibandingkan dengan teknologi GSM dan frekuensi yang sama dapat dipergunakan pada setiap sel yang berdekatan atau bersebelahan sekalipun.

Teknologi CDMA didesain tidak peka terhadap interferensi. Di samping itu, sejumlah pelanggan dalam satu sel dapat mengakses pita spektrum frekuensi secara bersamaan karena mempergunakan teknik pengkodean yang tidak bisa dilakukan pada teknologi GSM.

Mobilitas terbatas

Mobilitas merupakan keunggulan utama teknologi seluler dibandingkan telepon tetap. Setiap pelanggan dapat mengakses jaringan untuk melakukan komunikasi dari mana saja dan di sini letak perbedaan dengan telepon tetap.

Konsep desain teknologi seluler menjamin mobilitas setiap pelanggan untuk melakukan komunikasi kapan pun dan di mana pun dia berada. Jadi dari aspek teknologi, tidak ada batasan mobiltas pelanggan bahkan jelajah (roaming) internasional dapat dilakukan.

Kalau dilakukan pembatasan, apalagi jika dibatasi penggunaan teknologi itu hanya dalam satu sel, pelanggan hanya bisa melakukan komunikasi atau mempergunakan teleponnya dalam daerah cakupan BTS (base transceiver station) di mana dia berlangganan.

Untuk Jakarta tentu sangat tidak efektif dan tidak efisien karena misalnya pelanggan yang punya rumah di Jakarta Timur, bekerja di Jakarta Pusat, atau belanja ke Glodok, teleponnya sudah tidak bisa dipergunakan. Di samping itu, pembatasan ini bisa dimanfaatkan operator untuk menambah biaya roaming antarsel yang tentu akan merugikan, mempersulit, atau membodohi masyarakat. Jangan sampai karena persaingan bisnis para operator lalu masyarakat dikorbankan. Jika pembatasan tetap ingin dilakukan, tentu perlu dipikirkan batasan yang wajar. Misalnya, batasan cakupan meliputi Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi).

Kejadian ini tidak jauh berbeda dengan apa yang dihadapi India sekitar tahun 2000 ketika para operator GSM khawatir bisnis mereka terancam saat CDMA masuk. Pemerintah memberikan izin teknologi seluler CDMA-WLL dioperasikan untuk mempercepat infrastruktur PSTN mereka, untuk mencapai target 7 persen teledensitas pada tahun 2005 mendatang. Sampai sekarang, Pemerintah India tetap konsisten mempertahankan teknologi CDMA, dengan mobilitas tetap dibatasi, tetapi daerah cakupan cukup luas yaitu kira-kira satu provinsi.

Menghadapi persaingan bisnis yang makin sengit dan siklus serta persaingan teknologi yang makin cepat, dalam menentukan kebijakan dan kebijaksanaannya, regulator harus melihat dari segala sudut pandang dengan suatu kajian yang komprehensif, tidak parsial. Dan yang lebih penting lagi, harus mampu mengantisipasi segala perubahan yang mungkin terjadi supaya tidak ketinggalan terus.

Dengan adanya konvergensi teknologi telekomunikasi dengan teknologi informasi, kebijakan lisensi seharusnya tidak lagi tergantung teknologi maupun jasa. Setiap operator bebas memilih teknologi yang paling ekonomis dan cocok untuk meningkatkan daya saing mereka, agar bisa menawarkan jasa kepada masyarakat dengan tarif yang rendah. Regulator benar-benar harus independen, tidak memihak kepada teknologi atau vendor mana pun.

Lebih jauh lagi, liberalisasi sektor ini menuntut regulator untuk menjaga kesinambungan layanan kepada masyarakat, jangan sampai terjadi cherry picking yang mungkin dilakukan oleh pemain-pemain baru. Saat mereka terjepit, mereka begitu saja berangkat tanpa memiliki tanggung jawab moral kepada masyarakat.

Biasanya kasus ini terjadi pada negara-negara berkembang di mana hukum dan regulasi masih sangat lemah, seperti pernah terjadi di India sehingga langkah-langkah strategis perlu dipersiapkan baik oleh regulator maupun operator. Misalnya untuk mengantisipasi persaingan, sebaiknya operator GSM mulai memikirkan alternatif solusi teknologi apakah up-grade atau migrasi.

Oleh karena itu, peran pemerintah dan regulator tetap sangat dibutuhkan untuk menjaga kepentingan masyarakat suatu negara terutama dalam masa transisi dari monopoli ke kompetisi. Bagi negara kita, yang sampai saat ini hanya jadi pembeli dan pemakai teknologi tersebut, tentu harus pintar- pintar memilih teknologi yang paling ekonomis dan cocok dengan kebutuhan dan kemampuan ekonomi masyarakat.

Jangan sampai terpaku pada suatu teknologi atau pada satu-dua vendor saja. Kita harus bisa mobile secara bebas, tidak limited mobility.

AsmiatiRasyid Pusat Studi Regulasi Telekomunikasi Indonesia dan Pengajar Sekolah Tinggi Management Bandung

Sumber: Kompas Cyber Media

[+/-] Selengkapnya...

Alternatif Mesin Pencari : Kartoo.com



Sudah bukan hal yang aneh jika para pengguna internet hampir dipastikan menggunakan mesin pencari (Search Engine) ketika mereka berselancar di Internet. Dan tentunya bagi Anda nama besar Google sudah mencadi trade mark untuk mesin pencari saat ini. ‘Paman Google’ sudah menjadi teman dalam keseharian kita ber internet

Namun sebagai manusia kadang ada juga bosennya jika kita menggunakan mesin pencari yang itu-itu aja Untuk itu kadang-kadang kita juga menggunakan mesin pencari lain untuk membantu kerja kita.

Salah satu mesin pencari yang memiliki tampilan cukup bagus dan menarik adalah kartoo.com. Secara visual tampilannya begitu bagus dan emang konsekuensinya di butuhkan speed koneksi internet yang lumayan. Namun jika anda penggila tampilan dan memiliki koneksi internet yang cukup baik silakan mencobanya. Akan anda rasakan bedanya.

[+/-] Selengkapnya...

Virus SirCam Semakin Mengganas

Sejak pertama kali ditemukan Rabu (18/7/2001) lalu, virus SirCam terus menyebar luas di seluruh dunia. Menurut beberapa perusahaan anti-virus, hingga Kamis (26/7/2001), virus ini telah berhasil membobol jutaan komputer dan menyebarkan dokumen-dokumen yang ada di dalam komputer yang terinfeksi virus ini.

Menurut perusahaan anti-virus McAfee, dalam seminggu ini virus SirCam tercatat sebagai virus yang paling banyak menyebar di seluruh dunia. McAfee juga menggolongkan virus ini dalam ketegori �high risk�.

Seperti diberitakan sebelumnya, virus SirCam yang termasuk dalam keluarga virus worm, menyebar sebagai sebuah attachment email. Setelah menginfeksi sebuah sistem komputer, virus ini akan meng-copy file-file yang terdapat di dalam folder �My Documents�. Copy file yang telah �ditunganggi� oleh virus tersebut kemudian akan dikirimkan secara otomatis sebagai attachment email pada alamat-alamat email yang ada pada address book program Outlook Express.

Repotnya, walaupun sudah mengandung virus dan ekstensi filenya berubah , file-file yang terkirim itu tetap dapat dibuka seperti file aslinya. Jadi jika komputer Anda terinfeksi oleh virus ini, beragam file rahasia akan menyebar secara bebas di internet dan dapat dibaca oleh orang yang menerimanya.

Sebenarnya virus ini menggunakan teknologi serupa dengan virus-virus worm sebelumnya, termasuk virus �Melissa� dan �Loveletter�. Menurut Kepala Laboratorium Anti-Virus Kapersky Labs, Denis Zenkin, merebaknya epidemi virus ini lebih banyak disebabkan ketidakhatian para pengguna internet itu sendiri.

Virus ini memang lebih sulit dideteksi ketimbang virus-virus worm pendahulunya. Soalnya, virus ini memiliki subject email yang terus berubah-ubah. Apalagi file attachmentnya akan terus berubah mengikuti file yang terinfeksi.

Namun virus ini bisa dikenali dengan isi emailnya yang selalu diawali dengan kalimat �Hi! How are you?�. Kalimat berikutnya beragam, ada yang menggunakan kalimat �I send you this file in order to have your advice�, �I hope you can help me with this file that I send�, �I hope you like the file that I send you� atau �This is the file with the information that you ask for. See you later. Thanks�.

Virus ini juga tampil dengan versi bahasa Spanyol dengan isi diawali kalimat � Hola como estas?�. Kalimat berikutnya juga beragam, seperti �Te mando este archivo para que me des tu punto de vista�, � Espero me puedas ayudar con el archivo que te mando�, �Espero te guste este archivo que te mando� atau �Este es el archivo con la informaci�n que me pediste. Nos vemos pronto, gracias.�.

Saat file attachment yang terinfeksi virus dibukam dokumen tersebut akan menyimpan dirinya dalam folder C:\RECYCLED. Virus ini kemudian akan membuat file SirC32.exe di dalam folder tersebut. Setelah itu, virus SirCam akan membuat sebuah registry key untuk mengaktifkan dirinya setiap kali terdapat sebuah file .exe yang dijalankan.

[+/-] Selengkapnya...

Search Thousands of lines of free code at www.Planet-Source-Code.com

Vb World   Java World C++ World ASP World

Advanced Search    Browse

Created: by : Aditya Widyawan Prima